Special Coffee Experience

Wisata Kopi Banyuwangi – The famous Java coffee starts here

Banyuwangi memiliki topografi alam yang unik dimana jarak antara pantai dan lereng gunung hanya 25 km. Di bawah matahari yang terik serta angin meniup cuaca dingin gunung kearah lembah, membuat tanaman kopi tumbuh subur dan memiliki cita rasa yang khas. Pengaruh asap belerang dari Kawah Ijen dan uap garam dari Selat Bali menambah aroma kopi Banyuwangi menjadi berbeda

Di sisi barat kota Banyuwangi terdapat Perkebunan Kopi Kalibendo. Dengan suasana yang alami, pabrik kopi peninggalan Belanda ini terbuka menerima tamu mancanegara maupun domestik. Kegiatan utamanya adalah berjalan-jalan di tengah kebun kopi sambil menikmati udara pegunungan diantara jajaran pohon cengkeh, karet dan mahoni tua

Perkebunan kopi rakyat juga terbuka untuk umum. Ratusan hektar lahan kopi milik masyarakat Kelurahan Gombengsari bisa dikunjungi sambil belajar menyangrai kopi secara tradisional, menyortir green bean dan memetik buah kopi yang matang bila sedang panen raya

Selain itu, tempat untuk menikmati kopi Banyuwangi dengan cita rasa yang unik ini bisa dilakukan di Desa Kemiren dan Kelurahan Banjarsari dimana edukasi kopi yang lengkap dengan beberapa metode manual brewing seperti tubruk, french press, drip dan V60 bisa dicoba untuk dinikmati

Kopi Banyuwangi - Proses Grading

Wisata Kopi Banyuwangi

Banyak studi dan literatur menyebutkan bahwa kopi yang diolah dan diproses dengan benar akan aman untuk jantung, juga tidak menyebabkan gangguan pencernaan seperti mag dan asam lambung. 300 – 400 mg kafein atau setara 5 cangkir yang diminum tiap hari, dalam biji kopi yang diolah dengan tepat, kaya antioksidan dan justru akan menjaga vitalitas kebugaran tubuh, mengoptimalkan pembakaran lemak serta meningkatkan kemampuan berolahraga

Efek kafein secara ilmiah terbukti meningkatkan mood dan konsentrasi, mengendurkan syaraf dan menekan stres, mencegah obesitas, menurunkan resiko diabetes melitus, serta melindungi tubuh dari penyakit Parkinson dan Alzheimer

Banyuwangi saat ini dikenal sebagai kota kopi dengan berbagai kualitas hasil panen yang beragam dari berbagai perkebunan. Hal tersebut wajar mengingat lahan kopi di Banyuwangi mencapai 10.833 ha yang 5.445 ha dimiliki PTPN XII dan perkebunan swasta serta 5.388 ha milik pekebun kopi rakyat yang tersebar mulai dari Kecamatan Kalibaru, Glenmore, Pesanggaran, Songgon, Glagah, Licin, Kalipuro dan Wongsorejo. Mayoritas jenis robusta, sedikit diantaranya arabica dan terselip pula jenis exelsa

Hasil panen kopi Banyuwangi menyumbang 7.992 ton atau sekitar 1,25% dari total panen kopi nasional yang pada 2016 mencapai 639.500 ton, terdiri dari 465.600 ton robusta dan 173.900 ton arabica. Indonesia sendiri tercatat sebagai penghasil kopi terbesar nomor empat dunia setelah Brazil, Vietnam dan Kolombia

Seperti after taste alias jejak rasa yang tak mudah dilupakan, perpaduan eksplorasi wisata alam dan budaya serta wisata mencicip kopi Banyuwangi selalu memberikan kesan tersendiri bagi penikmat kopi-kopi single origin Nusantara

 

Wisata Kopi Banyuwangi, Festival Kopi Banyuwangi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *